Whats On

Virtual Charity Fashion Show Wastra Sikka

VemmeDaily.com, Jakarta – Melalui proyek Synthesis Residence Kemang, Synthesis bersama komunitas Perempuan Pelestari Budaya mengadakan virtual charity fashion show bertajuk Wastra Sikka. Wastra Sikka merupakan tenun Sikka yang dihasilkan oleh perempuan-perempuan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini berlangsung dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-75. Selain itu, kegiatan dilaksanakan untuk terus melestarikan budaya Indonesia, sekaligus mewujudkan kepedulian terhadap pelesterian budaya Indonesia.

Komunitas Perempuan Pelestari Budaya, Diah Kusumawardani Wijayanti, mengatakan, sebagai komunitas yang memiliki anggota dari beragam profesi, suku bangsa dan agama, pihaknya sangat menyadari pelestarian budaya tradisional dan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Virtual fashion show Wastra Sikka ini merupakan suatu bentuk nyata dari Perempuan Pelestari Budaya dan Synthesis Residence Kemang untuk membantu para pengerajin tenun untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19.

Acara yang diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan live Instagram pada 22 Agustus 2020 ini menampilkan komunitas Perempuan Pelestari Budaya sebagai model dengan mengenakan kain tenun Sikka yang dikreasikan sedemikian rupa menjadi pakaian yang tidak hanya cantik namun juga bernilai seni dan sosial.

“Kain tenun Sikka yang kami bawakan ini adalah asli hasil kerajinan dari ‘mama-mama’ pengrajin di Maumere, NTT. Melalui pembelian kain tenun Sikka secara online lewat ZOOM ini, Anda juga sudah membantu para pengrajin di masa pandemi global saat ini. Selain itu, dengan mengadopsi dan mengunakan kainnya secara fashionable juga bisa menjadi salah satu cara membangkitkan semangat pengrajin tenun untuk terus berkembang,” ujar Diah.

Sejalan dengan kepedulian yang sama dalam melestarikan budaya Indonesia, Synthesis Residence Kemang berkolaborasi melalui acara Wastra Sikka sebagai wujud komitmen. Sebagai pengembang properti, Synthesis Development memberikan karakteristik sentuhan heritage Indonesia pada karya properti yang dibangun seperti di Synthesis Residence Kemang.

“Kolaborasi ini juga menjadi wujud kecintaan kami terhadap negeri ini dengan tidak hanya mengembangkan properti, tapi juga membangun komunitas, sosial dan budaya agar bangsa kita tetap bisa berkarya lebih baik apalagi saat ini Indonesia tengah berada pada kondisi ekonomi yang sedang lemah selama pandemi Covid-19,” ungkap Dwie Handayani, Channel Manager of Synthesis Development atau yang akrab disapa Yani.

Synthesis Residence Kemang menjadi sebuah hunian vertikal dengan konsep yang sarat khas budaya Indonesia. Proyek apartemen yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare (ha) dengan total hunian 1.188 unit ini, mengangkat budaya Jawa dengan nilai universal yang ditunjukan melalui konsep arsitektur berupa hadirnya sentuhan Batik Kawung dan Pendopo Rumah Joglo.

Jika selama ini batik identik dengan pakaian, apartemen Synthesis Residence Kemang justru bisa mengaplikasikan motif Batik Kawung di sisi interior dan eksterior apartemen. Nuansa Jawa juga dirasakan ketika berada di Rumah Joglo yang menjadi lobi utama dari dua tower kembar Nakula dan Sadewa. Melengkapi nuansa etnik, di depan Rumah Joglo terdapat patung Bancak Doyok yang merupakan karya pematung Wahyu Santosa.”

Sebagai apartemen berkonsep heritage Indonesia, Synthesis Residence Kemang memiliki komitmen mendukung beragam aktivitas mulai dari acara komunitas dan organisasi.

“Kami harapkan, ke depannya Synthesis Residence Kemang sebagai kawasan hunian bisa bergerak dan berkolaborasi bersama banyak pihak, komunitas, organisasi dan perusahaan lain yang juga memiliki komitmen melestarikan seni dan budaya Indonesia,” ujar Yani.

wisc store
To Top