Lifestyle

Olahraga Jaga Kualitas Hidup hingga Usia Lanjut

Ilustrasi via istimewa

VemmeDaily.com, Jakarta – Kegiatan mengejar aspirasi hidup, mewujudkan impian, dan memiliki hobi, mendatangkan kebahagiaan baik, bagi kesehatan kardiovaskular maupun hidup secara keseluruhan. Berdasarkan sebuah data riset yang dilakukan oleh profesor Yale Uniersity dan Oxford Universityi yang diluncurkan awal tahun ini, berkesimpulan bahwa kegiatan berolahraga lebih bermakna bagi kesehatan mental yang kuat dibandingkan status ekonomi.

Menanggapi pernyataan tersebut, dr. Herman Irawan, Medical Practitioner, PT Avrist Assurance, memaparkan lebih detail fakta medis mengenai pengaruh langsung hormon endorphine dan hormon cortisol bagi kesehatan tubuh manusia.

“Hormon endorphine dapat diproduksi oleh tubuh melalui aktifitas olahraga dan dengan merasa bahagia. Saat berolahraga, kita melakukan kegiatan aktif fisik yang memicu manfaat internal. Kegiatan aktif yang memacu kinerja otot jantung sungguh baik, tetapi kegiatan aktif tersebut tidak hanya terbatas pada olah raga saja, seperti: nonton konser, jatuh cinta, gemar karaoke, dan masih banyak lagi. Ini karena kegiatan tersebut memproduksi hormon endorphine, yang notabene menghasilkan rasa bahagia. Tetapi, jika kita stres, tubuh akan menproduksi hormon cortisol secara berlebihan sehingga akan terjadi gangguan metabolic gula dalam darah yang berefek pada penimbunan jaringan lemak setempat, yaitu di bagian perut, sehingga menjadi buncit,” jelas dr. Herman.

Olahraga merupakan aktivitas positif yang direkomendasikan untuk dilakukan semua golongan usia, termasuk golongan usia senior. Ini karena olahraga terbukti mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, juga menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Olah raga memilki manfaat yang sangat positif bagi semua orang, terutama bagi yang sudah berumur, yaitu menekan resiko penyakit jantung, hipertensi, kanker, dan diabetes. Kelebihan dari lari adalah berat badan ideal tetap terjaga, peningkatan daya tahan tubuh dan kelincahan, koordinasi baik, dan perasaan psikologis yang lebih bahagia.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), olahraga untuk golongan usia senior harus dikemas dengan baik dan menyesuaikan kemampuan diri. Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk memulai olahraga bagi masyarakat golongan usia senior:

Kenali batasan fisik diri

Fakta: Rata-rata otot jantung akan menyusut 0,3 gram per tahun sejak usia setengah baya, sehingga mempengaruhi kemampuannya memompa darah ke seluruh tubuh yang nantinya bisa memicu hipertensi. Untuk mencegahnya lakukan aktivitas yang dinamis atau aerobik untuk menguatkan otot jantung.

Tips: Kenali batasan fisik dari diri sendiri. Apabila tubuh merasa terlalu lelah atau keberatan dalam melakukan aktivitas olahraga, berhentilah sejenak dan biarkan tubuh menyesuaikan hingga kembali normal.

Tingkatkan upaya latihan secara bertahap

Fakta: Olahraga berlebihan yang dilakukan dengan intensitas tinggi berisiko menyebabkan kardiotoksisitas yaitu kerusakan pada otot jantung akibat pelepasan senyawa kimia, yang menyebabkan jantung tidak lagi dapat memompa darah ke seluruh tubuh Anda.

Tips: Dalam melakukan aktivitas olahraga, penting untuk bersikap wajar dalam meningkatkan waktu dan intensitas latihan secara berkala. Peningkatan dramatis dalam waktu singkat akan menyebabkan cidera.

Sesuaikan target

Pertimbangkan kinerja fisik sesuai dengan prestasi umur rata-rata khalayak umum seumuran saat itu. Menetapkan target yang berlebihan hanya akan membebani tubuh dan pikiran untuk melakukan aktivitas olahraga yang berlebih.

Pulih dengan layak

Seiring bertambahnya usia, kita tidak dapat segera pulih secepat dulu. Mungkin lebih baik berlari beberapa hari sekali, daripada memaksakan diri untuk berlari setiap hari. Hari libur dari lari dapat diisi dengan kegiatan fisik lainnya seperti bersepeda, berenang, yoga, serta kegiatan lain yang menyenangkan dan aspiratif.

Melatih kelenturan dan pencegahan cedera

Otot dan tendon tiap orang kehilangan kelenturan dan elastisitas seiring berjalannya waktu, tetapi kondisi ini dapat dikelola dengan sesi pemanasan reguler sebelum lari, dan sesi peregangan setelah berlari.

wisc store
To Top